BERAWAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Baju orange lengkap dengan trainingnya yang nampak agak silau  , ku kenakan pertama kali ketika ku injakkan kakiku dan ku tegakkan kepalaku sebagai siswa baru yang lugu di salah satu sekolah bertaraf internasional (katanya..) SMK negeri 04 Makassar , 3 hari sebelum aku resmi menjadi siswa , ospek harus ku lewati , sebagai formalitas. Di kegiatan ospek itu senior-senior dibebaskan melampiaskan kejahilannya kepada anak anak baru yang masih tidak tahu apa-apa, kutemukan sosok perempuan yang begitu sinis dan penuh kebencian , dia menatapku seolah ada guratan kemarahan yang menggebu .

entah mengapa dia seperti devil yang mencari mangsa (waw!), semua Siswa baru berkumpul di tengah lapangan dan membentuk barisan yang indah dan teratur atas perintah semua senior yang berkuasa bak penjajah di zaman belanda .. setiap senior mempunyai hamba masing masing dan yang kudapati Perempuan yang terlihat sinis dan jahat itu dan aku hambakan diriku terhadapnya selama kegiatan penjajahan itu berlangsung . tiba masa itu , dia sama skali tak pernah melihat kebenaran dalam diriku . semua yang ku lakukan salah dan sangat hina di hadapannya , ternyata korek demi korek , dia menyimpan dendam kesumat kepda kakakku yang lebih dulu menginjakkan kakinya di sekolah itu . dendam perasaan karena cintanya telah di renggut oleh kakakku yang kuyakini lebih cantik daripada nenek lampir itu haha… 3 hari aku menghambakan diri dan tahan mental di marahi dengan kata kata yang begitu lama dia mau keluarkan kepada kakakku. Akhirnya aku tak mampu mengendalikan kekesalanku , titih airmataku mengalir karena mulutnya begitu tajam melebihi pedang Jaka Tarub . tiba masa penghambaan selesai , tiba pula aku merasa terlepas dari neraka nenek lampir berjiwa pendendam . tidak akan mampu ku lupakan hal itu karena dia lah yang membuatku merasa rendah di depan teman teman baruku , padahal banyak mimpi yang ku goreskan ketika saat ketemu sama senior . huh nenek lampir gelo..

BERTEMU DENGAN ANGGI OCTAVIANITA

Anggi octavianita , teman sekelas waktu smp yang dulu sempat tak kusuka karena matre haha. Dia cantik , namun tidak begitu percaya diri, mungkin karena memang minder karena kecantikanku eukk.. ternyata setelah pembagian kelas untuk jurusan masing masing, kudapati parasnya yang agak gembira karena mungkin melihat wajahku yang begitu anggun menghampirinya, kami sebagai siswa baru yang baru mau kenalan dengan siswa yang lainnya yang baru mau membiasakan diri untuk berada di tempat yang baru , kami sering saja berdua kemana mana karena belum mendapatkan teman yang srek di hati kami . kami seperti teh dengan gula,tanpa gula teh tidak akan terasa manis dan enak, berbulan-bulan kami bersama dan akhirnya tiba masa kami menemukan anggota baru. Dia , adalah perpecahan dari salah satu geng yang ada di kelas kami, namun tak lama berlangsung, aku meninggalkan mereka karena Keegoisanku untuk ingin menjadi eksis keluar dan tidak lagi memperdulikan hati dari seorang sahabat , imanku kandas karena masa labil yang ingin menjadi sesuatu di dunia remaja . aku meninggalkannya tanpa rasa bersalah dan sedih . aku memutuskan menghindar darinya karena kepolosonnya yang tidak mau berbaur dengan teman teman yang lebih dari dia. Dia memang tak se pd orang yang lebih namun dia punya inner beauty yang tak orang banyak ketahui.

GENG YADAZ

Geng yadaz (yuni,acha,akbar,dayat,zakir) terbentuk karena terpaksa mau menyaingi geng-geng 1 kelas yang terbentuk lebih dulu . geng yang ketawanya nomer 1 namun keterpurukannya nomer 1 pula haha., Semuanya begitu indah dan tentram . Namaku tenar karena kehadiranku di geng itu , namun sebuah incident terjadi dan harus mengungkapkan keegoisan dari salah satu anggota geng tersebut . ulang tahun berdarah yang mengakibatkan aku dan salah satu anggota cowok (acha) harus memutuskan urat malu sejenak karena kelakuan nakal kami , kami akhirnya di marahi oleh guru agama yang juga merupakan ibu dari salah satu anggota geng yadaz sendiri (ibu syakir) , di depan kelas dan di depan geng geng yang mengaku lebih eksis dari pada kita , kita di caci dan di maki , namun kami tetap membela diri kami, bahwa ulang tahun tanpa lemparan kue atau sebuah surprise tidak akan seru dan cadaz. Jika saja ibu guru kami tercinta mengerti akan hidup anak muda yang begitu indah !!,. daann.. setelah incident itu berlalu , ternyata berlalu pula kesolidaritasan anak yadaz , ketika incident itu terjadi ternyata inisial Y tak mau menampakkan kesolidaritasnya , dia kabur saat incident memalukan itu terjadi . seiring berjalannya waktu, ternyata semuanya berantakan karena ulah perempuan yang juga merupakan sumber keretakan geng ini,  kami memutuskan mencabut nyawa dari geng YADAZ sendiri dan kami jalan masing masing..

BERDUA SEPERTI KEKASIH

Setelah geng yadaz bubar atau innalillah , aku dan salah satu anggota (acha) dari gengku itu sendiri masih bisa bersama dan tidak bermusuhan , semuanya serba berdua . Kebetulan juga otaknya agak little di bawahku jadi ku manfaatkan untuk mengajarnya agar meskipun geng bubar namun aku masih punya dia . seiring berjalannya waktu gosippun menyebar bahwa ada cinta yang bersemi di hatiku untuknya, dan gossip beredar, hatiku pun agak segan terhadapnya, ku jalani semua dengan biasa walau dengan sedikit hati deg-degan . setiap kali dia mendekat dan memang duduk disampingku aku merasa sedikit melayang atas perhatiannya namun ketika dia jauh rasanya aku menciut . namun ku tepikkan rasa itu, kita sering kemana mana berdua dan bercerita sedikit (sekali) tentang sesuatu yang tidak penting . namun, tiba masa dimana kami harus jalan masing masing seperti halnya dengan mantan anggota lain , aku yang memulainya dan dia yang mengawalinya , dia mendengar sesuatu yang tak semestinya dia dengar dari mulutku, mulut seorang sahabat . kami jalan masing masing namun hati kami enggan untuk itu . kerasnya dia juga sama kerasnya saya . setiap pertemuan kami bak api dan air yang tidak bisa di satukan.

CEWEK YANG MEMBUATKU CEMBURU

Ketika kami merasa tak ada lagi kecocokan sebagai sepasang sahabat karib , datang sahabat baru yang membuatnya bersinar kembali namun tak begitu yang kurasakan . namun aku tak sendiri , kuputuskan menyesali perbuatanku terhadap teman Awalku sebelum geng yadaz (geng terpaksa). Aku sadar bahwa merekalah sejatinya teman sejatiku , mereka ternyata memantauku dari kejauhan ketika bersama geng yadaz dan mereka pula mendoakanku agar kembali ke hal yang baik pula yaitu mereka . seiring berjalannya waktu aku bahagia bersama mereka namun setengah hatiku kalut memikirkan mantan sahabat yang pernah dekat denganku . dari kejauhan aku memerhatikannya dengan hati (agak) teriris karena melihatnya dengan salah satu temanku pula, anggota dari salah satu geng eksis di kelasku . waktu membuatku kembali sadar bahwa tak semestinya kami bertengkar dan bersikap dingin, ku putuskan ku putus urat maluku dan ku minta maaf kepadanya dengan sedikit gengsi memakai fasilitas chat di facebookku . kami mulai semuanya dari nol namun hatinya tak lagi sepenuhnya bersamaku . detik dan jam berganti , semua terlewatkan dan kulapangkan dadaku untuk melihat perubahan sikapnya yang dingin. Aku terhentak bahwasanya hidup tak selamanya harus menggenggam sesuatu hingga akhir yang kita tentukan , aku belajar darinya. Bahwasanya aku tidaklah begitu indah untuk di hampiri dan di sanjung, seperti yang di lakukannya terhadap teman yang lain . biarkan hatiku tetap mengingatnya namun tidak dengan fisikku .

DETIK DETIK PENAMATAN SMK

Detik detik itu tiba BELAJAR TERPAKSA pun harus kami lakukan , aku dan bersama anak kelas tiga lainnya, berupaya membuat sebuah pengorbanan yang begitu keras , untuk bisa keluar dari sekolah kami dengan nilai yang meski tak cukup memuaskan yang penting memenuhi standar kelulusan , hatiku kembali goyah dan tercengang ketika mendapati keadaan akan memisahkan hidupku dengan teman teman, sahabat sahabatku yang sangat ku sayang , 3 tahun kita lalui kisah klasik namun begitu indah , 3 tahun kami menentukan arah hidup kami seperti apa, kami menemukan jati diri kami masing masiing di sekolah itu . Tertawa, sedih , lamunan, rangkaian kisah cinta nan suci namun kadang ternodai karena ego . aku merasa hidupku akan berakhir ketika mereka harus pergi dariku, orang orang yang menemani tangisku serta keluhku , yang menjadi tumpuan dalam perangai kekesalanku. Penentuanpun datang , dan ternyata 100% kami lulus, airmatakupun tak terhelakkan , aku sedih meninggalkan kisahku yang berwarna , aku sedih tak bisa datang lagi kesekolah yang punya banyak segudang cerita , aku sedih tidak bisa masuk di kantin dan bercengkrama banyak dengan teman-temanku .

MENDAFTAR KE PERGURUAN TINGGI

Setelah wajib belajar 9 tahun ku lewati , aku harus melanjutkan cita citaku , mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Awalnya, aku bingung yang mana fakultas yang bagus dan akan menantang adrenalinku untuk belajar , namun masukan demu masukan ku terima, aku dapat masukan dari ustadku , UIN (universitas islam negeri) adalah salah satu fakultas yang cukup menjamin untuk meningkatkan mutu pendidikanku, dan juga imanku . ayahku menyarankanku memilih UNM (universitas Negeri Makassar) dan banyak temanku memintaku daftar di Unhas ( Universitas hasanuddin), salah satu universitas ternama . dan ku putuskan mengambil ujian IPC , agar dapat ku daftari semuanya , dan akhirnya di formulir ujian SNMPTN, ketiga universitas itu ku ceklis sebagai calon tempat di mana aku bisa meraih semua cita dan cintaku kelak , berjuang memperjuangkan separuh sisa hidupku untuk belajar dan menuntut ilmu . 3 hari ujianpun ku lewati , pengumuman tercantum di media internet . dengan penuh pengharapan aku berharap aku terdaftar sebagai mahasiswa yang LULUS di salah satu fakultas yang kupilih, dan bismillah ENTER , ternyata hasilnya aku terdaftar di Universitas Islam negeri , dari awal aku memang mengharapkan UIN sebagai tempat yang akan ku lulusi namun bukan di jurusan Sastra , namun pendidikan . Sebelum ku duduki bangku kuliahku , masih ada tes interview untuk membagi dimana mestinya aku di tempatkan . finally, aku bukan lah siswa yang termasuk pintar dan juga sangat terbelakang , namun tetap saja aku sampai sekarang aku hanya bisa menjadi manusia yang sedang sedang saja, hidupku mungkin ditakdirkan untuk berada di tengah, yaitu biasa biasa saja , yang mungkin tidak bisa jadi luar biasa. AG4 , yaitu kelas yang harus ku masuki.

AKU DAN AGAMAKU

Sejak aku mendapat sedikit hidayah yaitu ingin menjadi anak yang shaleha, menjadi seperti st. Aisyah yang cantik , putih, dan sabar , aku masuk tarbiyah yang kata bapakku adalah aliran yang tidak sefaham dengannya, aku menemukan jiwaku dan Tuhanku ( Allah ) , aku selalu menangisi hidupku yang kurasa begitu banyak terbuang hanya dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna untuk agama dan duniaNya ini, di usiaku 18 tahun aku belum bisa menaburkan sebuah keelokan dalam ragaku, aku bak parasit di dunia ini . aku bertemu dengan mereka, teman temanku yang juga mencari jalan Allah , hanya 4 kali pertemuan , aku di judge menjadi anak yang hampir durhaka sama orang tuaku karena mengikuti tarbiyah itu , andai saja mereka tau kalau aku hanya ingin mencari lubang kecil sebagai penyelamat hidupku di dunia ini , sebelum akhirnya aku meninggal dan di lelehkan dalam neraka yang begitu amat teramat panas . aku mau meninggalkan maksiat maksiat yang mungkin terlihat kecil di dunia , namun sangatlah akbar di akhirat, aku ingin mereka melihat anaknya yang awam akan agama, menjadi sedikit hebat dalam masalah agama, aku bukan bermaksud menjadi seorang ulama besar dan bertindak seenaknya bak guru besar di hadapan mereka. Aku hanya ingin istiqamah di jalanNya, aku merasa pedih ketika aku jauh dari ayat-ayatNya dan pedoman pedomanNya. Aku mau tak menjadi remaja yang Cuma mengumbar syahwat di luar dan menikmati hidup bak hidup itu sangatlah indah dan tidak mungkin ada di akhirat nanti , Allah sudah menjanjikan semua makhluknya akhirat yang kekal nan abadi , sebagai tempat peristirahatan yang nyaman dan teramat sempurna, dunia hanyalah tempat syetan melakukan perkara perkara dan memberikan virus untuk kita .

Aku sering bersujud dan memohon kepadaNya , agar aku di jadikan salah 1 bidadari yang terlihat bersinar nanti ketika aku di akhirat , namun karena perkara yang bodoh . semuanya akan hanya jadi angan . namun aku akan terus mencari jati diriku hingga maut meminta aku untuk menemaninya.

INSCOM (INSPIRING COMUNITY)

Terbentuk dengan semangat yang membara , 10 orang terpilih sebagai anggotanya.

KAMPUS HIJAU MENABURKAN BENIH

Entah kenapa kampus itu harus ku injak , dan kenapa harus kampus itu yang tertunjuk olehNya untukku , dan jawabannya hanya 1 , yaitu aku dan Tuhanku , kembali aku berdoa’ , ku dapati jati diriku sebagai muslimah di kampus hijau itu , namun semua lagi lagi tidaklah sesuai do’aku . ku dapati sosok laki laki yang menguji keimananku , dia teman sekelasku yang menurutku indah dan terbaik . tidak ku rencanakan untuk mengaguminya , menyanjungnya dan sebagainya , namun waktu yang menjawab . aku di hadapkan dengan kenyataan yang menurutku pahit , sangat pahit . zinah hati yang ku lakukan terus menyebar dalam jiwaku . astagfirullah, siapa saya sebenarnya ini ? yakinkah saya pada janji Tuhanku atau tidak lagi ? yakinkah saya bahwa janji Allah nyata di balik semuanya ?  .

Kuceritakan keinginanku memilikinya kepada semua sahabatku , Inscom . merekalah yang mengetahui keinginanku , namun ini lagi lagi dosa. Bukankah ketika kita menyukai seseorang haruslah di cintai dengan diam agar tak menjadi dosa kedepannya . semua mengalir dengan warna warni cinta , namun semua berlalu dengan ending yang tak mengenakkan lagi . Dia dia dia bukanlah sosok yang ditakdirkan kepadaku . salah satu sahabatku adalah pilihannya , bukan saya atau wajah ini . aku tahu knapa dia lebih memilih sahabatku , itu karena aku tidaklah lebih sempurna dari sahabatku , aku tidaklah lebih cantik dari sahabatku , dan aku tidaklah lebih sabar dari sahabatku . ini bukan salah siapa siapa , tapi salah aku yang telah bodoh memilih manusia daripada Tuhanku sendiri, Sang pemilik cinta . suatu saat nanti kudapati hatiku ternoda, itu semua karena kebodohanku . bukan karena Takdir ku .

ANAK JALANAN YANG POLOS

                Tuhan kenapa Engkau takdirkan , manusia berbeda ? ada kaya, ada miskin, ada yang fakir dan ada yang serba berkecukupan , Tuhan , kenapa mesti ada perbedaan kulit , hitam, putih , kuning langsat dan ada pula sawo matang . tuhan, kenapa Engkau takdirkan setiap perangai berbeda, ada yang emosional, pendiam, ceria . aku tidak tahu kenapa semua itu terjadi , mungkin Engkau tak adil , atau mungkin Engkau enggan untuk menyama ratakannya , tapi dalam benakku yang sangat tajam , aku tahu Engkau merencanakan banyak kisah untuk semuanya . Ya Allah, ku syukuri apa yang kumiliki , walau terkadang sulit untuk memahami perbedaan, aku terlahir beda dengan kakakku yang begitu ku cinta , aku terlahir beda dengan kakakku yang begitu sempurna .. namun , tak ku elakkan , kecemburuanku sering saja membuncahkan egoku , dan ku salahkan Engkau . seiring logikaku berjalan dan kedewasaanku memapah , ku tundukkan kepalaku untuk melihat jauh di bawaahku , yang ternyata jauh lebih cemburu melihat kelebihanku , anak jalanan itu .. anak terlantar , yang hanya beradu dengan dunia yang suram, penuh tangis dan penyesalan . aku sering saja , tak pernah menatap jauh raut muka mereka, yang penuh dengan tanda tanya , bagaimana kehidupan mereka ke depan , melihat lelahnya mereka untuk mencari hidup mereka .

Sungguh, inginku membantunya , mengulurkan tanganku untuk mereka , yang jauh lebih sengsara daripada apa yang telah ku fikirkan , andai saja, aku duduk di otak para wakil rakyat, dan memerintahkan mereka , untuk berbuat sesuatu agar mengurangi anak anak terlantar di Indonesia , andai aku adalah salah satu orang penting di Indonesia ini, akan ku coba menendang brangkas yang berisikan uang dan ku bagikan untuk mereka. Mataku, tanganku , dan gerakku akan ku persembahkan untuk mereka.

MIMPIKU !!

                Perancis , salah satu negara yang terkenal dengan kata romantisnya . aku melihat peta jaraknya sangat dekat dengan indonesia , namun kenyataannya tak begitu L aku ingin sekali menggapainya . aku ingin menuju negara itu karena prestasiku . sulit memang, tapi ada optimisme nan jeli menyerukan di dalam hatiku . ya Allah , gimana yah ? bisa gak yah ? Tuhan . sekarang aku putus asa , harus menggapainya dengan dan seperti apa, karena uang 250rb pun sulit ku dapatkan, karena

Hempasan angin mengibaskan jilbab yang ku kenakan, jilbab yang dikatakan orang, adalah penutup kepala kaum hawa agar tak kepanasan.

 Dengan langkah yang sedikit tertatih , kulangkahkan kakiku menuju tempat pengaduan jiwaku.. aku penat, kalut , serta galau.. hidup yang kulalui tanpa goresan manfaat , akankah itu yang ku bawa untuk bekal hidupku ke hadapanNya.

 Tanyaku dalam hati “ untuk apa hidup yang diciptakan dengan begitu banyak waktu untuk pencarian bekal ?”

 jawabku “ yah .. untuk kamu mencari bekal itu “

sering  saja jiwaku dan ragaku tak sepadan berbuat keindahan dan keelokan di dunia ini, mungkin penyesalan tidaklah cukup membuncahkan semangatku untuk terus beribadah terhadapNya, Tuhanku .. zat Maha ada . Mungkin aku butuh seorang guru agar mengajari sesuatu yang tak ku ketahui sebelumnya, mengajariku bertindak sesuai perintah Tuhanku .

Tiba ku di tempat Wudhu , ku pandang teman-teman sebayaku memercikkan air ke beberapa  bagian tubuhnya, mereka melakukannya dengan khusyuk . beberapa menit kemudian gerakan itupun ku lakukan . ku bersihkan beberapa bagian tubuhku sesuai dengan ajaran agamaku , bagaimana bersuci sebelum menghadapNya .

Terdengar dengan jelas pertanyaan yang dilontarkan salah satu temanku , sembari akupun memperbaiki lengan bajuku setelah melakukan wudhu .

Tanyanya “ kok kamu bicara sih saat wudhu”

Jawab temanku yang lain “ kan ada ustad yang mengatakan tidak apa-apa”

Jawabnya lagi “ loh .. kan ngak bisa gitu . wudhu itu adalah salah satu ibadah, makanya dalam ibadah itu, kita gak boleh ngomong, kita harus Khusyuk”

Tanyaku dalam hati. “ apa iya ? saya tahu tentang pengetahuan bisa bicara atau tidak dalam wudhu “

Jawabku “ aku memang pernah mendengarkannya, namun tidak mengetahui pengetahuannya”

Jiwaku tersentak, aku mengadu sembari meminta maaf , Allah maafkan saya , yang begitu banyak membuang waktuku percuma dan tidak pernah punya banyak upaya , mencari ilmumu . yang juga merupakan bekal untukku ke HadapanMu.

Setelah kulakukan langkah awal untuk ibadah , akupun mengibaskan sejadah . alas bersih yang akan ku tempati bersujud kepadaNya . ku kenakan mukenaku dengan sembrono . jiwaku terpaku

“hey, kamu itu bagaimana, mukenamu seperti tak serapi kau menghadap interview kerja, tak serapi kau masuk kuliah pertama kali , tak serapi setelah kau mengenakan baju setelah mandi, padahal yang kau akan hadapi , adalah Sang Pemilik keindahanmu , maka pantaskah kau kelihatan berantakan di hadapanNya ?” jawabku merenung dan ku coba perbaiki semua dengan niat.

Aku berhasil membuat semuanya indah , namun ketika Takbiratul ihramku .. semua bayangan melayang, tentang hidupku , pikiran kotorku .. keinginan dan ambisiku .

Lagi dan lagi, dalam shalatku pun aku masih sempat berbuat dosa terhadap Tuhanku . aku sempat tak bisa mengatakan aku tenang.

Dalam sujudku , aku menangis dan membayangkan , ragaku dan segala urusanku tak kutemui lagi, namun bekalku masih sedikit bahkan sedikit sekali.

Ku ucapkan salam sebagai akhir shalatku .

“Astagfirullah al adzim, astagfirullah al-adzim, astagfirullah al-adzim”

Aku beristigfar akan dosa yang ku perbuat sepanjang shalatku , Aku bertasbih bertahmid memujiNya

Dalam doa’ku . aku hanya Meminta Dia yang menciptakanku, terus menerangi setiap niatku , memberikan cahaya dalam pencarian bekalku “ya Allah, ketika Engkau Menciptakanku dengan segala KaruniaMu , maka hamba mohon izinkan karuniaMu akan terus ku sempurnakan dengan Ibadahku.

Aku menyesal , menundukkan kepalaku dan sembari ku lihat jilbab yang ku kenakan . Jilbab ini bukan lah tanda , bahwa aku adalah seorang muslimah yang anggun dan berwawasan luas, aku bahkan merasakan tanggung jawab pada jilbab yang ku kenakan. Meski jilbab ini tak sebesar jilbab ustadzah, ataupun istri para ustadz.

Aku menyesal, menundukkan kepala dan sembari ku lihat ragaku , dengan penuh penyesalan dan keinginan. Aku ingin hidupku tertata untuk pencarian bekal , aku kuatkan tekadku , mencari kegiatan yang akan membawaku jauh lebih bermanfaat dimata Tuhanku , ataupun orang lain.

Aku tahu , Tuhanku lagi marah terhadapku .

Aku tahu kenapa Dia marah .

Dan aku ingin tuntunan dariNya .

Aku tidak tahu bagaimana caranya ??

Aku cemas bahkan kalut ..

Hidupku tak pernah di suguhi dengan sesuatu yang bermanfaat !

Jiwaku terpenjara , keraguan menyelimuti .

Save me from this way oh God.